Rabu, 20 Juni 2012

manis mangga

00:23  -  Terbatas
Mau Masuk Surga? Anda Wajib Meyakini Lima Prinsip Ini!

Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.
Setiap kita pastinya ingin masuk surga. Hanya orang yang rusak akal dan fitrahnya yang siap masuk neraka. Sedangkan untuk masuk surga ada syarat yang harus dipenuhi. Ada jalan yang harus ditempuh. Ada pula I'tiqad dan amal yang harus dijalankan.
Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah menjelaskan syarat-syarat dan jalan menuju surga. Di antara yang terdapat dalam hadits Ubadah bin Shamit Radhiyallahu 'Anhu yang mengatakan, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ شَهِدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ عَلَى مَا كَانَ مِنْ الْعَمَلِ
"Barangsiapa bersyahadat (bersaksi) bahwa tiada Ilah (Tuhan) yang berhak disembah kecuali Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya, dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, dan (bersyahadat) bahwa Isa adalah hamba Allah dan utusan-Nya, kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam dan ruh daripada-Nya; dan (bersyahadat) pula bahwa surga benar adanya dan neraka benar adanya; pasti Allah memasukkannya ke dalam surga betapapun amal yang telah diperbuatnya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Makna syahadat ialah: persaksian dengan hati dan lisan dengan memahami maknanya dan mengamalkan tuntutannya secara zahir dan batin. Sebuah persaksian tidak sah kecuali jika bersumber dari ilmu (pengetahuan), keyakinan, ikhlas, dan jujur. Maka siapa yang bersaksi dengan lima perkara di atas berarti ia berikrar (mengucapkan)-nya dengan memahami maknanya, mengamalkan tuntutannya, secara lahir dan batin. (Lihat: Fathul Majid: 51-51)
Makna Laa Ilaha Illallah
Kesaksian pertama yang disebutkan dalam hadits di atas adalah bersyahadat Laa Ilaha Illallah. Maknanya bersaksi bahwa tidak ada yang disembah dengan hak (benar) kecuali Allah. Karena ma'budat (sesembahan/yang diibadahi) itu ada dua; Pertama, disembah dengan benar, yaitu Allah Ta'ala. Kedua, disembah dengan batil, yaitu setiap yang diibada
Ciutkan pos ini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar